X

Please chat/contact with one of the following whatsapp number below :

 Linia Huang
Marketing Head Office
 Linisa
Marketing Head Office
 Della
Marketing Head Office
 Jessica
CS Head Office
 Hendro
Marketing Branch Office
 Rini
Marketing Branch Office
 A Saefulloh
Marketing Branch Office

Details

Pakaian Bekas Cacahan Asal AS Bakal Masuk RI, Kementerian UMKM Buka Suara

Tgl Publish : 12-03-2026 01:40:55

Indonesia akan mengimpor pakaian bekas cacahan asal Amerika Serikat (AS) yang merupakan bagian dari kesepakatan dagang dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART).Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih mengkaji dampak impor tersebut terhadap keberlangsungan UMKM.Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana mengakui impor pakaian bekas cacahan sudah terjadi sebelumnya. Namun, kemampuan mesin daur ulang limbah tekstil di dalam negeri masih belum optimal. "Kami di Kementerian UMKM sedang mengkaji terkait perjanjian ini memang belum final. Yang pasti terkait pakaian cacah memang ada industri kita yang bisa mengolah menjadi tekstil, didaur ulang. Sebenarnya sudah banyak impor pakaian bekas cacahan sebelumnya, cuma memang optimalisasi mesinnya itu belum sebesar yang kita harapkan," ujar Temmy dalam media briefing di Kementerian UMKM, Jakarta, Selasa (10/3/2026).Jika mesin-mesin daur ulang sudah bisa beroperasi maksimal, ketergantungan terhadap bahan baku impor yang mahal bisa ditekan. Pakaian bekas cacahan dari luar negeri diproyeksikan bisa menjadi solusi kain murah bagi industri "Tapi, diharapkan kalau bisa menjadi bahan baku yang bagus tekstil dalam negeri, harusnya harganya bisa lebih murah," terangnya.Temmy menyatakan belum bisa menjamin jika kebijakan ini justru membuka peluang pakaian bekas (thrifting) lebih bebas masuk ke pasar dalam negeri. Namun, ia menekankan sikap pemerintah jelas dalam melindungi pasar dalam negeri."Kalau dibilang ada jaminan ga (pakaian bekas jadi justru masuk)? ya selama ini pun bukan barang bekas cacah kita kecolongan, bebas masuk. Sekarang tinggal bagaimana, sudah clear lah sikap pemerintah melindungi pasar dalam negeri. Saya yakin sudah dibahas di Kementerian Keuangan," jelas Temmy.   Pengusaha Menolak Sebelumnya, pengusaha tekstil yang tergabung dalam Ikatan Pengusaha Konveksi Berkarya (IPKB) menolak impor pakaian bekas cacahan alias worn clothing dari Amerika Serikat (AS).Ketua Umum IPKB Nandi Herdiaman mengaku tidak keberatan dengan impor kapas dengan bea masuk 0%. Sebab, komoditas tersebut sangat mendukung kebutuhan bahan baku industri."Kalau untuk impor kapas kami sangat mendukung karena untuk kebutuhan bahan baku industri, tapi untuk pakaian bekas kami sangat berkeberatan karena akan mengganggu pasar anggota kami," ujar Nandi dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).Lantas ia mempertanyakan jaminan apabila yang terjadi bukan cacahan pakaian bekas, melainkan baju bekas. Ia pun meminta pemerintah memikirkan nasib industri kecil menengah (IKM) yang juga mempekerjakan jutaan orang."Karena meskipun mereka bilang yang masuk adalah cacahan tapi apa jaminannya kalau yang masuk bukan baju bekas? Apalagi masuknya lewat Kawasan Berikat yang sudah jadi rahasia umum sebagai tempat rembesan barang impor ilegal," tambah Nandi.Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto pun membantah impor pakaian bekas asal AS menjadi bagian dari kesepakatan dalam ART. Haryo menegaskan yang diimpor merupakan bentuk pakaian yang telah dihancurkan."Tidak benar (impor pakaian bekas), yang diatur dalam hal ini adalah impor shredded worn clothing (SWC), yaitu pakaian yang telah dihancurkan menjadi bahan baku industri dan tidak memiliki nilai ekonomi seperti pakaian bekas utuh yang dijual kembali ke pasar (thrifting)," ujar Haryo dalam keterangannya.Haryo menjelaskan SWC diimpor untuk kebutuhan bahan baku industri kain perca dan produk tekstil (benang) daur ulang. Hal ini berbeda secara substansi dan regulasi pelarangan impor pakaian bekas siap pakai."Pemerintah telah memastikan bahwa sudah ada industri dalam negeri yang akan menampung seluruh impor SWC tersebut sebagai bahan baku produksi, sehingga tidak ada produk yang masuk ke pasar sebagai pakaian bekas," tambah ia.       https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8394071/pakaian-bekas-cacahan-asal-as-bakal-masuk-ri-kementerian-umkm-buka-suara

13+ years experience

2 Offices

Experienced Professionals

7 Warehouses

Quick Response

Please contact or chat with one of the following whatsapp number

Main Office (Jakarta)

62-822-9923-0982 (Ms.Linia Huang - Marketing)

62-818-0603-0735 (Ms.Linisa - Marketing)

62-878-9690-4040 (Ms.Della - Marketing)

62-8212-2788-853 (Ms.Jessica - Customer Service By Sea)


Branch Office (Bandung)

62-812-2226-8330 (Mr.Hendro - Marketing)

62-821-1787-6400 (Ms.Rini - Marketing)

62-813-2159-1399 (Mr.A Saefulloh - Marketing)

Stay connected with us

clslogistic

facebook/clslogistic